Pastor Andreas Harmoko, OFMCap (30 Oktober 1984 – 6 Januari 2026) adalah seorang imam Katolik dari Ordo Saudara Dina Kapusin (OFMCap) yang melayani di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Ia dikenal luas oleh umat sebagai sosok gembala yang ramah, teguh, dan berdedikasi tinggi.
Pelayanan Terakhir
- Jabatan: Pastor Kepala Paroki (Imam Kepala).
- Tempat Tugas: Gereja Santa Sesilia, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.
-
Pelayanan di Paroki Singkawang (Awal Kegembalaan)
- Imam Baru: Setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik (sekitar tahun 2015), beliau mengawali masa kegembalaannya di Paroki Singkawang.
- Mobilitas Tinggi: Pada masa awal pelayanan yang sering diistilahkan sebagai “bulan madu kegembalaan”, beliau dikenal memiliki mobilitas tinggi dalam mempersembahkan misa perdana dan melayani umat dari satu stasi ke stasi lain. Beliau bertugas di wilayah Singkawang ini selama kurang lebih 3 tahun.
2. Pembina Spiritual (Formator) Ordo Kapusin- Pendidikan Frater: Beliau juga dipercaya ordo untuk menjadi Saudara Formator (Pembina) bagi para calon biarawan Kapusin muda.
- Lokasi Tugas: Pelayanan pembinaan ini salah satunya berjalan di Biara Kapusin wilayah Siantan, mendampingi para frater calon imam yang menempuh studi di STT Pastor Bonus serta para bruder muda. Beliau fokus pada pembinaan hidup rohani, doa pribadi, meditasi, dan olah spiritualitas Fransiskan.
3. Pastor Kepala Paroki Santa Sesilia, Pontianak- Kepemimpinan Paroki: Karya pastoral puncaknya di keuskupan adalah mengemban tugas sebagai Pastor Kepala Paroki di Gereja Santa Sesilia, Pontianak Tenggara.
- Penggagas Pembangunan: Beliau menjadi tokoh utama dan penggagas ide pembangunan gedung Aula Paroki yang baru. Beliau merencanakan proyek ini bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) selama hampir satu tahun hingga berhasil melakukan peletakan batu pertama bersama Uskup Agung Pontianak pada 18 Mei 2024.
- Pendampingan Kaum Muda: Di paroki ini, beliau sangat dekat dan aktif membimbing putra-putri altar (misdinar), menyuntikkan semangat melayani kepada generasi muda Gereja
Tags: